“Generasi muda
pada hari ini akan menjadi pemimpin di hari esok.”
Saya selalu merenungkan pepatah ini, yang merupakan proses
alami kehidupan. Akan tetapi, tuntutan dan pengharapan yang
dibebankan pada orang-orang muda zaman ini, ditambah dengan keingintahuan
mereka sendiri serta pengaruh masyarakat, jauh
melampaui pengalaman masa muda saya sendiri.
Masyarakat sekarang ini yang sedemikian maju dan
mendunia,
mencerminkan perkembangan yang luar biasa. Secara bersamaan, kita menyaksikan kebangkitan anak-anak produk
zaman baru ini.
Dalam lingkungan seperti ini,
penting sekali bagi kelas pendidikan
agama Kristen untuk memenuhi
kebutuhan murid-murid yang begitu
beragam dan berubah-ubah. Apakah kita dapat
menghadapi tantangan-tantangan yang ada di hadapan mereka? Bagaimana kita
menolong murid-murid kita tetap berpijak pada iman yang murni, doktrin gereja,
dan etika Kristen? Apa
yang kita perlukan untuk menolong mereka menjalani
hidup dalam ketaatan dan melayani
Allah? pendidikan agama
meragamkan program-program mereka untuk mengayomi generasi anak-anak baru ini secara tepat guna.
Kelas pendidikan agama
dapat memengaruhi nilai-nilai yang dipegang para murid, tetapi nilai-nilai Kristiani pertama-tama dan
terutama dibangun di rumah. Allah dengan jelas memerintahkan agar
orangtua mengajarkan pemikiran dan hukum-hukum-Nya kepada anak-anak mereka (Ul. 11:19-21)
Karena itu, untuk memupuk dan
mempersiapkan murid-murid kita, kita harus menantang mereka untuk memperoleh
iman yang tak tergoyahkan. Ini akan memastikan bahwa mereka mampu mengalahkan
berbagai macam godaan dan memegang teguh prinsip-prinsip Kristiani dalam dunia
yang kejam ini – sama seperti Daniel dan sahabat-sahabatnya.
Menjadi guru agama adalah suatu keistimewaan dan
kehormatan bagi penulis, bukan hanya mengajar,
tetapi juga senantiasa mendukung dan memperhatikan murid-murid kita, dan dengan
tulus berkomitmen untuk menaruh perhatian khusus pada iman dan
pertumbuhan rohani mereka.
Herwan
Oroh, S.Th lahir
di Menado di dalam keluarga beragama Kristen Advent, Anak ke satu dari enam
bersaudara. Latar belakang pendidikan sarjana Theologi, dari Universitas Advent
Indonesia-Bandung. menjadi seorang Guru Agama pada tanggal July di
Pasuruan. Saat ini melayani sebagai salah seorang penatua di salah satu Gereja
Masehi Advent Hari Ke-Tujuh di Jawa Timur dan Kepala Asrama Putra, di Sekolah
Lanjutan Advent Purwodadi, Pasuruan ( 2012-2014 ). Menikah dengan Lunar L. Siahaan, S.Pt. Memiliki dua orang
anak, satu orang putri, yaitu Heine Ruth Oroh. dan satu orang putra
Misael Theodoros Oroh.



















0 komentar:
Posting Komentar