BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Sistem
Pendidikan Nasional membawa implikasi terhadap model dan teknik
penilaian yang dilaksanakan di kelas.
Penilaian terdiri atas penilaian eksternal dan penilaian internal.
Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak lain
yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. Penilaian eksternal
dilakukan oleh suatu lembaga, baik dalam maupun luar negeri dimaksudkan
antara lain untuk pengendali mutu. Sedangkan penilaian internal adalah
penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh guru pada saat proses
pembelajaran berlangsung.
Penilaian kelas merupakan bagian dari penilaian internal (internal
assessment) untuk mengetahui hasil belajar peserta didik terhadap
penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. Tujuannya adalah untuk
menilai tingkat pencapaian kompetensi peserta didik yang dilaksanakan
pada saat pembelajaran berlangsung dan akhir pembelajaran.
Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh guru untuk memantau
proses, kemajuan, perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai
dengan potensi yang dimiliki dan kemampuan yang diharapkan secara
berkesinambungan. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik kepada
guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses pembelajaran.
Penyusunan perencanaan, pelaksanaan proses, dan penilaian merupakan
rangkaian program pendidikan yang utuh, dan merupakan satu kesatuan yang
tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Untuk itu, perlu ada
model penilaian yang dapat dijadikan sebagai salah satu acuan atau
referensi oleh guru dan penyelenggaranya di jenjang sekolah menengah
pertama/madrasah tsanawiyah.
B. Tujuan
Pedoman Penilaian Kelas ini bertujuan untuk :
1. Memberikan orientasi baru tentang Penilaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
2. Memberikan wawasan secara umum tentang konsep penilaian yang dilaksanakan pada tingkat kelas.
3. Memberikan rambu-rambu penilaian kelas.
4. Memberikan prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.
C. Ruang lingkup
Isi pedoman ini meliputi konsep dasar penilaian kelas, teknik
penilaian, pengembangan indikator pencapaian hasil belajar sebagai alat
penilaian, pengelolaan hasil penilaian dan pemanfaatan serta pelaporan
hasil penilaian. Dalam konsep penilaian, akan dijelaskan apa yang
dimaksud dengan penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian dan
rambu-rambu penilaian. Teknik penilaian akan menjelaskan berbagai cara
dan alat penilaian. Pengelolaan hasil penilaian memberikan arahan dalam
menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai pada setiap proses
dan hasil pembelajaran. Pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian
mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian dan penentuan
kenaikan kelas.
D. Sasaran Pengguna Pedoman
Pedoman ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut :
• Para guru di sekolah untuk menyusun program penilaian di kelas.
• Pelaksana pengawas pendidikan (pengawas dan kepala sekolah) untuk merancang program supervisi pendidikan di sekolah.
• Instansi terkait di daerah yang membuat kebijakan dalam penilaian kelas yang seharusnya dilakukan di sekolah.
BAB II
KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS
A. Pengertian Penilaian Kelas
Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan
pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar
peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk itu, diperlukan
data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan
keputusan.
Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dijaring dan
dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan
kompetensi atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh
potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan masing-masing.
Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui
langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan
informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil
belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang
hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui
berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance),
penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian
proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya
peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam
suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik
menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar
seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan
hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya dan tidak
dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan
demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu
untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan.
B. Manfaat Penilaian Kelas
Manfaat penilaian kelas antara lain adalah:
1. Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung.
2. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui
kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
3. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang
dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.
4. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
5. Untuk memberikan piliha alternatif penilaian kepada guru.
6. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.
C. Fungsi Penilaian Kelas
Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi.
2. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu
peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah
berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian
maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).
3. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa
dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru
menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang
berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya.
5. Sebagai kontrol bagi guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik.
D. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas
1. Validitas
Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan
alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Dalam mata pelajaran
pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, misalnya kompetensi ”
mempraktikkan gerak dasar jalan..”, maka penilaian valid apabila
mengunakan penilaian unjuk kerja. Jika menggunakan tes tertulis maka
penilaian tidak valid.
2. Reliabilitas
Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian.
Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable
dan menjamin konsistensi. Misal, guru menilai dengan unjuk kerja,
penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama
bila unjuk kerja itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama.
Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan unjuk kerja
dan penskorannya harus jelas.
3. Menyeluruh
Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang
tertuang pada setiap kompetensi dasar. Penilaian harus menggunakan
beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik,
sehingga tergambar profil kompetensi peserta didik.
4. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk
memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun
waktu tertentu.
5. Obyektif
Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus
adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian
skor.
6. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi,
memperbaiki proses pembelajaran bagi guru, meningkatkan kualitas belajar
dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
E. Penilaian Hasil Belajar Masing-masing Kelompok Mata Pelajaran
a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
dilakukan melalui:
1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik
2). Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik
b. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang
sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai
c. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan
melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai
perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik.
d. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga,dan kesehatan dilakukan melalui:
1). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik; dan
2). Ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.
F. Rambu-Rambu Penilaian Kelas
Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya:
• Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.
• Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.
• Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran
untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta
didik.
• Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.
• Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik.
• Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas
dapat dilakukan dengan cara penilaian unjuk kerja, penilaian sikap,
penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan
portofolio, dan penilaian diri.
• Mendidik dan meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin
• Melakukan Penilaian kelas secara berkesinambungan untuk memantau
proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan
kelas. Ulangan harian dapat dilakukan bila sudah menyelesaikan satu atau
beberapa indikator atau satu kompetensi dasar. Pelaksanaan ulangan
harian dapat dilakukan dengan penilaian tertulis, observasi atau
lainnya. Ulangan tengah semester dilakukan bila telah menyelesaikan
beberapa kompetensi dasar, sedangkan ulangan akhir semester dilakukan
setelah menyelesaikan semua kompetensi dasar semester bersangkutan.
Ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap dengan
menilai semua kompetensi dasar semester ganjil dan genap, dengan
penekanan pada kompetensi dasar semester genap. Guru menetapkan tingkat
pencapaian kompetensi peserta didik berdasarkan hasil belajarnya pada
kurun waktu tertentu (akhir semester atau akhir tahun)
Agar penilaian objektif, guru harus berupaya secara optimal untuk (1)
memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dan tingkah laku
dari sejumlah penilaian, (2) membuat keputusan yang adil tentang
penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan hasil kerja
(karya)
G. Ranah Penilaian
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penjabaran dari stándar
isi dan stándar kompetensi lulusan. Di dalamnya memuat kompetensi secara
utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai
karakteristik masing-masing mata pelajaran.
Muatan dari stándar isi pendidikan adalah stándar kompetensi dan
kompetensi dasar. Satu stándar kompetensi terdiri dari beberapa
kompetensi dasar, dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam
indikator-indikator pencapaian hasil relajar yang dirumuskan atau
dikembangkan oleh guru dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi
sekolah/daerah masing-masing. Indikator-indikator yang dikembangkan
tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian
kompetensi dasar bersangkutan.
Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik
indikator, standar kompetensi dasar dan kompetensi dasar yang diajarkan
oleh guru. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur
dengan beberapa teknik penilaian, hal ini karena memuat domain kognitif,
psikomotor dan afektif.
BAB III
TEKNIK PENILAIAN
Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik
dapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar
maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada
prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap
pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian statu
kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian
hasil relajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja,
penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk,
penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
A. Penilaian Unjuk Kerja
1. Pengertian
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini
cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut
peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di
laboratorium, praktek sholat, praktek OR, presentasi, diskusi, bermain
peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dll.
Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena
apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang
sebenarnya.
Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut
a. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
b. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
c. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
d. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
e. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati
2. Teknik Penilaian Unjuk Kerja
Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk
menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai
kemampuan berbicara peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan atau
observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil,
berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian,
gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk
kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:
a. Daftar Cek (Check-list)
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek
(baik-tidak baik). Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat
nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh
penilai. Jika tidak dapat diamati, peserta didik tidak memperoleh
nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan
mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati,
baik-tidak baik. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun
daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.
Contoh checklists
Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung
(Menggunakan Daftar Tanda Cek)
Nama peserta didik: ________ Kelas: _____
No. Aspek Yang Dinilai Baik Tidak baik
1. Teknik awalan
2. Teknik tumpuan
3. Sikap/posisi tubuh saat di udara
4. Teknik mendarat
Skor yang dicapai
Skor maksimum
Keterangan
Baik mendapat skor 1
Tidak baik mendapat skor 0
b. Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan
penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu,
karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai
lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai
sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2 = cukup kompeten, 3 =
kompeten dan 4 = sangat kompeten. Untuk memperkecil faktor
subjektivitas, perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang,
agar hasil penilaian lebih akurat.
Contoh rating scales
Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung
(Menggunakan Skala Penilaian)
Nama Siswa: ________ Kelas: _____
No. Aspek Yang Dinilai Nilai
1 2 3 4
1. Teknik awalan
2. Teknik tumpuan
3. Sikap/posisi tubuh saat di udara
4. Teknik mendarat
Jumlah
Skor Maksimum 14
Keterangan penilaian:
1 = tidak kompeten
2 = cukup kompeten
3 = kompeten
4 = sangat kompeten
kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut
1). Jika seorang siswa memperoleh skor 26-28 dapat ditetapkan sangat kompeten
2). Jika seorang siswa memperoleh skor 21-25 dapat ditetapkan kompeten
3). Jika seorang siswa memperoleh skor 16-20 dapat ditetapkan cukup kompeten
4). Jika seorang siswa memperoleh skor 0-15 dapat ditetapkan tidak kompeten
B. Penilaian Sikap
1. Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan
kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga
sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki
oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau
tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif.
Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau
penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah
kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen
konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan
cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut.
• Sikap terhadap materi pelajaran. Peserta didik perlu memiliki sikap
positif terhadap materi pelajaran. Dengan sikap`positif dalam diri
peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar, akan lebih mudah
diberi motivasi, dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang
diajarkan.
• Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu memiliki sikap
positif terhadap guru. Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif
terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan
demikian, peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap
guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh
guru tersebut.
• Sikap terhadap proses pembelajaran. Peserta didik juga perlu memiliki
sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses
pembelajaran mencakup suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan
teknik pembelajaran yang digunakan. Proses pembelajaran yang menarik,
nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta
didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
• Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu
materi pelajaran. Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup,
berkaitan dengan materi Biologi atau Geografi. Peserta didik juga perlu
memiliki sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai positif
terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus
perusakan lingkungan hidup). Misalnya, peserta didik memiliki sikap
positif terhadap program perlindungan satwa liar. Dalam kasus yang lain,
peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu
glondongan ke luar negeri.
2. Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik.
Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan
langsung, dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas
dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang
dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami
sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru
dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil
pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.
Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku
catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik
selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian.
Contoh halaman sampul Buku Catatan Harian:
Contoh isi Buku Catatan Harian :
No. Hari/ Tanggal Nama peserta didik Kejadian (positif atau negatif) Tindak Lanjut
Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif. Catatan
dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan
menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai
sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian
perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
Selain itu, dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek
yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari
peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu. Berikut contoh
format Penilaian Sikap.
Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA :
No.
Nama Perilaku
Nilai
Keterangan
Bekerja sama Berini-siatif Penuh Perha-tian Bekerja sistematis
1. Ruri
2. Tono
3. ....
4. ....
Catatan:
a. Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.
1 = sangat kurang
2 = kurang
3 = sedang
4 = baik
5 = amat baik
b. Nilai merupakan jumlah dari skor-skor tiap indikator perilaku
c. Keterangan diisi dengan kriteria berikut
1). Nilai 18-20 berarti amat baik
2). Nilai 14-17 berarti baik
3). Nilai 10-13 berarti sedang
4). Nilai 6-9 berarti kurang
5). Nilai 0-5 berarti sangat kurang
b. Pertanyaan langsung
Kita juga dapat menanyakan secara langsung atau wawancara tentang sikap
seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Misalnya, bagaimana tanggapan
peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah
mengenai "Peningkatan Ketertiban".
Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban
dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. Dalam
penilaian sikap peserta didik di sekolah, guru juga dapat menggunakan
teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik.
c. Laporan pribadi
Melalui penggunaan teknik ini di sekolah, peserta didik diminta membuat
ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah,
keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap. Misalnya, peserta didik
diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antaretnis" yang terjadi
akhir-akhir ini di Indonesia. Dari ulasan yang dibuat oleh peserta
didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang
dimilikinya.
Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap peserta didik secara
keseluruhan, khususnya kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan jasmani, semua catatan
dapat dirangkum dengan menggunakan Lembar Pengamatan berikut.
Contoh Lembar Pengamatan
(Kelompok Mata Pelajaran: Agama, Kewarganegaraan, Estetika, Jasmani)
Perilaku/sikap yang diamati: ........................................
........................................
Nama peserta didik: ... kelas... semester...
No Deskripsi perilaku awal Deskripsi perubahan Capaian
Pertemuan ...Hari/Tgl... ST T R SR
1
2
Keterangan
a. Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku
ST = perubahan sangat tinggi
T = perubahan tinggi
R = perubahan rendah
SR = perubahan sangat rendah
b. Informasi tentang deskripsi perilaku diperoleh dari:
1). pertanyaan langsung
2). Laporan pribadi
3). Buku Catatan Harian
C. Penilaian Tertulis
1. Pengertian
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis
merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta
didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak
selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam
bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain
sebagainya.
2. Teknik Penilaian
Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu:
a. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi:
1) pilihan ganda
2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
3) menjodohkan
4) sebab-akibat
b. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi:
1) isian atau melengkapi
2) jawaban singkat atau pendek
3) uraian
Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah,
isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya
menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat
(pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan
mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas. Pilihan ganda
mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri
jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika
peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik
akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak
belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan
jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi
yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau
memodifikasi pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan
pemakaiannya dalam penilaian kelas.
Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta
didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau
hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau
mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan
menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis
kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan
menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang
ditanyakan terbatas.
Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.
a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji;
b) materi, misalnya kesesuian soal dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum;
c) konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas;
d) bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
D. Penilaian Proyek
1. Pengertian
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang
harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa
suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data,
pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.
Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan
peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
• Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
• Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
• Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya,
dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan
terhadap proyek peserta didik.
2. Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan,
sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau
tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan
data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau
hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan
penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek
ataupun skala penilaian.
Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek:
a) penelitian sederhana tentang air di rumah;
b) Penelitian sederhana tentang perkembangan harga sembako.
Contoh Penilaian Proyek
Mata Pelajaran : Sejarah
Nama Proyek : Perkembangan Islam di Nusantara
Alokasi Waktu : Satu Semester
Nama Siswa : ______________________ Kelas : XI/1
No Aspek * Skor (1 – 5)
1. Perencanaan:
a. Persiapan
b. Rumusan Judul
2. Pelaksanaan
a. Sistematika Penulisan
b. Keakuratan Sumber Data/Informasi
c. Kuantitas Sumber Data
d. Analisis Data
e. Penarikan Kesimpulan
3. Laporan Proyek
a. Performans
b. Presentasi / Penguasaan
Total Skor
* Aspek yang dinilai disesuaikan dengan proyek dan kondisi siswa/sekolah
E. Penilaian Produk
1. Pengertian
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas
suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta
didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan,
pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang
terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.
Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
• Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan
merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
• Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta
didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
• Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
2. Teknik Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
a) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya
dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses
pengembangan.
b) Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
Contoh Penilaian Produk
Mata Pelajaran : IPA (Kimia)
Nama Proyek : Membuat Sabun
Alokasi Waktu : 4 kali Pertemuan
Nama Siswa : ______________________ Kelas :
No Aspek * Skor (1 – 5)
1. Perencanaan Bahan
2. Proses Pembuatan
a. Persiapan Alat dan Bahan
b. Teknik Pengolahan
c. K3 (Keamanan, Keselamatan dan Kebersihan)
3. Hasil Produk
a. Bentuk Fisik
b. Inovasi
Total Skor
* Aspek yang dinilai disesuaikan dengan jenis produk yang dibuat
F. Penilaian Portofolio
1. Pengertian
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan
pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta
didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya
peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh
peserta didik, hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang
terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara
individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu
priode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan
peserta didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan
peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik
dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat
memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui
karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar,
foto, catatan perkembangan pekerjaan, hasil diskusi, hasil membaca buku/
literatur, hasil penelitian, hasil wawancara, dsb.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain:
a. Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri. Guru
melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan
penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang
dibuat oleh peserta didik itu sendiri.
b. Saling percaya antara guru dan peserta didik
Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling
percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses
pendidikan berlangsung dengan baik.
c. Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik
Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu
dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak
berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan
d. Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru
Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio
sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan
akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.
e. Kepuasan
Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang
memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.
f. Kesesuaian
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum.
g. Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar
yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan
karya peserta didik.
h. Penilaian dan pembelajaran
Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat
berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.
2. Teknik Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak
hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh
guru untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri.
Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan,
keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara
spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar
meyakini hasil penilaian mereka sendiri.
b. Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang
akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain
bisa sama bisa berbeda.
c. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map
atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di sekolah.
d. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan
peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke
waktu.
e. Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan
para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para
peserta didik. Contoh, Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan
yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan,
dan sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui
harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut.
f. Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru
dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi
keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta
bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat
membahas portofolio.
g. Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka
peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta
didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka
waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus
diserahkan kepada guru.
h. Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika
perlu, undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang
maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan
memotivasi anaknya.
Contoh Rangkuman Penilaian Portofolio
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu : 1 Semester
Nama Siswa : _________________ Kelas : X/1
No S. Kompetensi / K. Dasar Skor Prestasi Keterangan
(1 – 10) T BT
1. Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronika
2. Dst
Total Skor
Catatan:
Setiap Standar Kompetensi/ K. Dasar yang masuk dalam daftar portofolio
dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai
bukti pekerjaannya. Kemudian Guru menjelaskan bobot dari setiap
portofolio yang dibuat.
G. Penilaian Diri (self assessment)
1. Pengertian
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik
diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses
dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian
diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan
psikomotor.
a. Penilaian kompetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik
diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan
berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu.
Penilaian diri oeserta didik didasarkan atas kriteria atau acuan yang
telah disiapkan.
b. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta
untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu
objek tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan
penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
c. Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik
dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah
dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan
kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas
antara lain:
1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika
mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap
kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
3) dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat
jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan
penilaian.
2. Teknik Penilaian
Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif.
Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu
dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
b) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
c) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.
d) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
e) Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong
peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat
dan objektif.
f) Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil
kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.
Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat
mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara
lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan
gambaran/informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan
sikap seseorang. Lagi pula, interpretasi hasil tes tidak mutlak dan
abadi karena anak terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang
dialaminya.
Contoh Penilaian Diri
Mata Pelajaran : Matematika
Aspek : Kognitif
Alokasi Waktu : 1 Semester
Nama Siswa : _________________ Kelas : X/1
No S. Kompetensi / K. Dasar Tanggapan Keterangan
1 0
1. Aljabar
a. Menggunakan aturan pangkat
b. Menggunakan atuuran akar
c. Menggunakan aturan logaritma
d. Memanipulasi aljabar 1 = Paham
0 = Tidak Paham
2. Dst
Catatan:
Guru menyarankan kepada peserta didik untuk menyatakan secara jujur
sesuai kemampuan yang dimilikinya, karena tidak berpengaruh terhadap
nilai akhir. Hanya bertujuan untuk perbaikan proses pembelajaran.
BAB IV
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN
A. Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar
Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau
proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi
dasar. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional
yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan,
menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan,
dan mendeskripsikan.
Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh guru dengan
memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Setiap
kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator
pencapaian hasil belajar, hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman
kompetensi dasar tersebut. Indikator-indikator pencapaia hasil belajar
dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk
melakukan penilaian.
Berikut ini salah satu contoh penetapan indikator mata pelajaran
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan SMP/MTs kelas VII/1.
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator*
1.Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 1.1 Mempraktikkan variasi dan
kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola
besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama,
toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi
tempat dan peralatan**)
1. Menendang bola dengan berbagai variasi.
2. Mengontrol/memberhentikan bola dengan berbagai variasi.
3. Menggiring bola dengan berbagai variasi.
4. Menggombinasikan teknik dasar menggiring dan menendang dengan berbagai variasi
5. Mengkombinasikan teknik dasar mengontrol dan menendang dengan berbagai variasi.
6. Menerapkan berbagai teknik dasar dalam permainan sepak bola
7. Menerapkan nilai kerjasama dalam bermain.
8. Menyebutkan otot-otot yang bekerja lebih berat dalam permainan sepak bola.
Indikator* : dikembangkan ole guru sekolah
B. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian
Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian.
Berikut Contoh pemetaan untuk mata Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMP/MTs kelas VII/1.
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Aspek Teknik Penilaian
Tes Unjuk kerja Produk Sikap Portofolio
1.Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
1.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu
permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang
baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian,
menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan**) 1. Menendang
bola dengan berbagai variasi. Permainan dan Olahraga - v - - v
2. Mengontrol/ memberhentikan bola dengan berbagai variasi - v - - v
3. Menggiring bola dengan berbagai variasi. - v - - v
4.Menggombinasikan teknik dasar menggiring dan menendang dengan berbagai variasi - v - - v
5.Mengkombinasikan teknik dasar mengontrol dan menendang dengan berbagai variasi. - v - - v
6. Menerapkan berbagai teknik dasar dalam permainan sepak bola - v - - v
7. Menerapkan nilai kerjasama dalam bermain. - - - v v
8.Menyebut-kan otot-otot yang bekerja lebih berat dalam permainan sepak bola. v - - - v
C. Penetapan Teknik Penilaian
Dalam memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri indikator, contoh:
• Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu, maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance).
• Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, maka teknik penilaiannya adalah tertulis.
D. Contoh Alat dan Penskoran Dalam Penilaian
Berikut contoh-contoh alat dan cara penskoran dalam penilaian untuk
berbagai mata pelajaran pada jenjang pendidikan sekolah dasar/madrasah
ibtidaiyah.
CONTOH PEMETAAN PENILAIAN
Kelompok Mata pelajaran : IPTEK/B. Inggris/SMP
Kelas : VIII/Smt. 1
NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR ASPEK TEHNIK PENILAIAN
Tes Performan Produk Proyek Porto folio
1 Kemampuan memahami makna dalam teks percakapan, transaksiaonal/
interpersonal, sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan
terdekat Merespon percakapan transaksional (to get thing done) dan
interpersonal (untuk bersosialisasi lisan secara akurat, lancar dan
bertema yang yang melibatkan tindak tutur mengapa yang belum/sudah
dikenal, memperkenalkan diri sendiri/orang lain, memerintah atau
melarang
Merespon sapaan yang belum/sudah dikenal
Merespon perkenalan diri sendiri/orang lain
Merespon perintah/larangan Mendengarkan
Mendengarkan
Mendengarkan V
V
V -
-
v -
-
- -
-
-
-
-
-
2 Kemampuan mengungkap-kan makna dalam teks lisan, fungsional pendek,
sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi
dengan lingkungan terdekat Mengungkapkan makna dalam bahasa lisan
terutama dalam teks lisan, fungsional pendek (misal: berbagai instruksi,
berbagai daftar benda, ucapan selamat, pengumuman) sangat sederhana
dengan akurat, lancar dan berterima
Memberi instruksi Berbicara V
(tertulis) V - - -
3 Kemampuan membaca nyaring bermakna dan memahami makna dalam teks tulis
fungsional pendek, sangat sederhana berkaitan dengan lingkungan
terdekat Membaca nyaring bermakna, kata frasa dan kalimat dengan
ucapan tekanan dan intonasi yang berterima Membaca nyaring pengumuman
Membaca V V - - -
4 Kemampuan mengungkapkan makda dalam teks fungsional pendek sangat
sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan
lingkungan terdekat Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional
pendek, misal, notices shopping list, kartu ucapan selamat, pengumuman,
sangat sederhana secara akurat lancar dan berterima Menulis teks
fungsional pendek berbentuk :
- notices
- kartu ucapan
- pengumuman
- shopping list Menulis V - V - -
Kelompok Mata pelajaran : IPTEK/B. Inggris/SMP
Kelas : VIII/Smt. 1
NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR ASPEK TEHNIK PENILAIAN CONTOH SOAL
1 Kemampuan memahami makna dalam teks percakapan, transaksiaonal/
interpersonal, sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan
terdekat Merespon percakapan transaksional (to get thing done) dan
interpersonal (untuk bersosialisasi lisan secara akurat, lancar dan
bertema yang yang melibatkan tindak tutur menyapa yang belum/sudah
dikenal, memperkenalkan diri sendiri/orang lain, memerintah atau
melarang Merespon sapaan yang belum/sudah dikenal
Merespon perkenalan diri sendiri/orang lain
Merespon perintah/larangan Mendengar-kan
Mendengar-kan
Mendengar-kan Tes tertulis (pilihan ganda)
Tes tertulis (pilihan ganda)
Tes tertulis (pilihan ganda) Choose the right expression to respond the statement you are going to hear:
You will hear : “Good morning,
“How are you”?
Your respond : “….……”
a. Fine, thank’s
b. I’m here
c. It’s OK
d. Never mind
Your will hear : “Hello, I’m Nina”
Your respond : “…………”
a. Hi, I’m Betty
b. Fine, thank’s
c. I don’t know
d. I’m not sure
You will hear : “Stop it!”
Your respond : “………..”
a. Good
b. All right
c. Here you are
d. I’m OK
NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR ASPEK TEHNIK PENILAIAN CONTOH SOAL
2 Kemampuan mengungkap-kan makna dalam teks lisan, fungsional pendek,
sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi
dengan lingkungan terdekat Mengungkapkan makna dalam bahasa lisan
terutama dalam teks lisan, fungsional pendek (misal: berbagai instruksi,
berbagai daftar benda, ucapan selamat, pengumuman) sangat sederhana
dengan akurat, lancar dan berterima Memberi instruksi Berbicara
Tes lisan Give instruction based on the following symbols!
1.
2.
No Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4
1 Kesesuaian kalimat dengan gambar
2 Pemilihan kata
3 Tata bahasa
4 Ucapan
5 Intonasi
Total skor 20
Keterangan :
1. Tidak tepat
2. Kurang tepat
3. Tepat
4. Sangat tepat
NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR ASPEK TEHNIK PENILAIAN CONTOH SOAL
3 Kemampuan membaca nyaring bermakna dan memahami makna dalam teks tulis
fungsional pendek, sangat sederhana berkaitan dengan lingkungan
terdekat Membaca nyaring bermakna, kata frasa dan kalimat dengan
ucapan tekanan dan intonasi yang berterima Membaca nyaring pengumuman
Membaca Unjuk kerja Read the announsement loudly and correctly!
Announcement :
Rubrik penilaian
No Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4
1 Pronunciation
2 Intonation
3 Clerity
4 Fluency
Total (maks) 16
Keterangan :
1. Tidak tepat
2. Kurang tepat
3. Tepat
4. Sangat tepat
4 Kemampuan mengungkapkan makda dalam teks fungsional pendek sangat
sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan
lingkungan terdekat Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional
pendek, misal, notices shopping list, kartu ucapan selamat, pengumuman,
sangat sederhana secara akurat lancar dan berterima Menulis teks
fungsional pendek berbentuk :
- notices
- kartu ucapan
- pengumuman
- shopping list Menulis Tes tertulis Write 5 notices related to library
Rubrik penilaian
No Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4
1 Kesesuaian isi dengan topik
2 Pilihan kata
3 Tata bahasa
4 Ejaan
5 Tanda baca
6 Kerapihan dan keindahan
Total (maks) 24
Keterangan :
1. Tidak tepat
2. Kurang tepat
3. Tepat
4. Sangat tepat
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Smt : VII/2
Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem
Kompetensi Dasar : 7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia
terhadap lingkungan
Indikator : Melakukan percobaan tentang penjernihan air secara
Sederhana
Aspek : Kinerja ilmiah
Teknik penilaian : Unjuk kerja
Kegiatan
Pencernihan Air
Siswa melakukan percobaan untuk mendapatkan air bersih secara sederhana
Lakukan/rangkaian percobaan seperti pada gambar berikut
Pasir, kerikil dan batu dicuci sampai bersih
Siswa membanding air di gelas A dengan air di gelas B
Siswa membuat laporan kegiatan
Rubrik
Penilaian Kegiatan Pratikum Biologi
Nama :
Judul :
Tanggal :
No Aspek yang dinilai Penilaian
Baik sekali
4 Baik
3 Sedang
2 Kurang
1
1 Pengetahuan tentang prosedur kerja
2 Ketepatan pemilihan alat dan bahan
3 Hasil pengamatan
4 Ketepatan menyusun laporan
Jumlah
Nilai
Guru
(…………………………..)
Format Penilaian Kinerja Ilmiah
No
Aspek yang dinilai
Nama siswa Mempersiapkan alat dan bahan Merangkai percobaan Mengamati hasil percobaan Jumlah skor
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Mempersiapkan alat
Skor 4 : Jika menggunakan batu sedang, kerikil, pasir dicuci dengan bersih
dan kapas.
Skor 3 : Jika menggunakan batu sedang, kerikil, pasir dicuci kurang bersih
dan kapas.
Skor 2 : Jika menggunakan batu sedang, kerikil, pasir tidak dicuci dan kapas.
Skor 1 : Jika tidak menggunakan salah satu dari komponen.
Merangkai percobaan
Skor 4 : Jika kapas diletakan paling bawah lebih banyak kemudian batu
sedang, kerikil dan pasir.
Skor 3 : Jika kapas diletakkan paling bawah sedikit kemudian batu sedang,
kerikil dan pasir.
Skor 2 : Jika kapas diletakan paling bawah sedikit kemudian kerikil, batu
sedang dan pasir.
Skor 1 : Jika susunan batu sedang, kerikil, pasir dan kapas.
Mengamati hasil percobaan
Skor 4 : Jika air di gelas B jernih dan mengidentifikasi sampah apa yang
tertinggal di pasir.
Skor 3 : Yaitu air di gelas B jernih dan tidak mengidentifikasi sampah yang
tertinggal di atas pasir.
Skor 2 : Jika air di gelas B kurang jernih dan mengidentifikasikan sampah di
atas pasir.
Skor 1 : Jika air di gelas B keruh dan tidak mengidentifikasi sampah di atas
pasir.
Jumlah skor
Nilai = x 10
Skor maksimal
PENILAIAN SIKAP ILMIAH
Sebagai contoh lembar observasi untuk menilai sikap ilmiah secara individu dapat dilihat dibawah ini:
No Indikator
Sikap
Nama Siswa Keterbukaan Objektif Teliti Kedisiplinan Kerjasama Kejujuran Tanggung Jawab Total
1
Amanda 4 3 4 5 4 4 4 28
2
Nur 2 4 3 4 3 4 4 24
3
Hafiz 3 4 4 4 5 3 3 26
4
Faiz 4 3 4 5 3 4 4 27
Contoh Format Lembar Pengamatan Sikap ilmiah
Skor untuk masing-masing sikap di atas dirata-ratakan dan dikonversikan
ke dalam bentuk kualitatif. Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari
1 sampai dengan 5. Penafsiran angka-angka tersebut adalah sebagai
berikut: 1 = sangat kurang, 2 = kurang, 3 = cukup. 4= baik, dan 5 = amat
baik.
skor maksimum perangkat tes =
5 ( skor maks setiap indikator) X 7 ( indikator)
= 35.
Nilai sikap ilmiah dapat diberikan dalam bentuk huruf, oleh karena itu total skor yang telah diperoleh harus dikonversi.
Skor total jawaban benar siswa
Konversi Nilai = ---------------------------------------- X 100
skor maksimum perangkat tes
Jadi siswa yang memperoleh skor 28 setelah dikonversi nilainya menjadi:
28
---- X 100 = 80
35
Banyak cara untuk mengkonversi skor menjadi nilai, salah satunya yang sederhana yaitu menggunakan kriteria sbb.
Skor Total NILAI KONVERSI Kategori
Angka Huruf
29 - 35
21 - 28
14 - 20
7 - 13 81 - 100
61 - 80
41 - 60
20 - 40 A
B
C
D Amat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Nilai sikap ilmiah hasil konversi untuk siswa yang memperoleh skor 80 adalah B
Contoh Pilihan Ganda
Kelas/Smt : VIII/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan
manusia
Kompetensi Dasar : 1.4 Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia
dan hubungannya dengan kesehatan
Indikator : Membedakan pencernaan mekanik dan kimiawi
Aspek : Pemahaman penerapan konsep
Teknik penilaian : Tertulis
Gambar 1. Pada gambar yang berfungsi mengubah makanan yang dimakan
mengandung lemak menjadi asam lemak dan gliseral ditunjukkan pada
no………………..
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
Kelas/Smt : VIII/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan mansia
Kompetensi Dasar : 1.1 Menanalisis pentingnya petumbuhan dan
perkembangan pada makhluk hidup
Indikator : Mengamati metamorfosis pada katak
Aspek : Pemahaman penerapan konsep
Teknik penilaian : Tertulis
1. Seorang siswa sedang bermain di suatu kolam menemukan organisme
berkepala besar badan kecil, siswa tersebut tertarik kemudian diambil
dan dipelihara. Setelah dua minggu organisme tersebut berubah memiliki
kaki dan berekor, dia terus mengamatinya sampai 1 bulan berubah menjadi
katak. Dari hasil pengamatan tersebut dia menyimpulkan bahwa katak
mengalami tahap berkembangan
a. telur – berudu – katak berekor – katak dewasa
b. berudu – katak berekor – katak dewasa
c. berudu – katak berekor – katak dewasa – telur
d. telur – katak berekor – berudu – katak dewasa
Kelas/Smt : VIII/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan mansia
Kompetensi Dasar : 1.2 Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia
Indikator : Membedakan ciri-ciri tahapan perkembangan pada manusia
Aspek : Pemahaman penerapan konsep
Teknik penilaian : Tertulis
2. Tahapan perkembangan manusia mulai dari bayi – balita – remaja –
dewasa – manula. Bila sekarang memiliki ciri dapat menulis dan membaca.
Setelah sepuluh tahun tahun yang akan datang memiliki ciri
- sudah mulai menyenangi lawan jenis
- mulai bersolek
- tumbuh rambut pada bagian tertentu
- suara bergema
Ciri di atas merupakan tahap perkembangan
a. balita
b. remaja
c. dewasa
d. manula
Mata pelajaran : Fisika
Kelas/Smt : IX/1
Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan
penerapannyadalam kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar : 3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu
rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
Indikator : - menerapkan rangkaian listrik dalm kehidupan sehari-hari
- dapat memprediksi arus dan tegangan dalam rangkaian seri atau pararel
Aspek : - Kinerja ilmiah
- Pemahaman dan penerapan konsep
Teknik penilaian : Produk dan tertulis
Kegiatan : Membuat bel listrik sederhana
Gambar 3a
Rangkaian bel Listrik sederhana
No Nama siswa Komponen yang digunakan Ketepatan merangkai estetika Total skor
1 Ahmad 4 3 4 11
2 Ita 3 4 3 10
3 Wahyu 4 3 3 10
4 Tati 4 4 4 12
Skor yang diperoleh siswa tidak otomatis menjadi nilai tetapi harus
dikonversi dulu. Banyak cara untuk mengkonversi skor menjadi nilai,
salah satu konversi yang sederhana yaitu menggunakan kriteria dalam
bentuk presentase.
Skor total yang diperoleh siswa
Konversi Nilai = ---------------------------------------- X 10
skor maksimum
11
= ------- x 10
12
= 9,1
Maka nilai Ahmad adalah 9,1
Rubrik:
Komponen yang digunakan:
skor 4 jika menggunakan komponen: bel, saklar, resistor, baterai, lampu indikator
skor 3 jika menggunakan komponen: bel, saklar, resistor, baterai
skor 2 jika menggunakan komponen: bel, saklar, baterai
skor 1 jika menggunakan komponen: bel, baterai
Ketepatan merangkai:
skor 4 jika ketepatan susunan rangkaian komponen dan kerapihan menyolder,
skor 3 jika ketepatan susunan rangkaian komponen tetapi tidak rapih menyolder,
skor 2 jika tidak tepat susunan rangkaian komponen tetapi rapih menyolder,
skor 1 jika tidak tepat susunan rangkaian komponen dan tidak rapih menyolder,
Estetika
Kriteria estetika:pengaturan komponen rapih , ukuran bel listrik seimbang , kualitas bunyi bagus . bentuknya menarik
Skor 4 jika memenuhi empat kriteria
Skor 3 jika memenuhi tiga kriteria
Skor 2 jika memenuhi dua kriteria
Skor 1 jika memenuhi satu kriteria
SOAL URAIAN
Buatlah kombinasi rangkaian listrik sederhana dengan alat dan bahan yang ada pada gambar berikut ini.
Alat dan bahan
Gambar
1. tiga buah lampu identik dengan spesifikasi 1,8 watt 3 volt
2. 3 buah baterai kering identik 1,5 volt
3. kabel penghubung
4. saklar
1. Buatlah variasi rangkaian dengan alat dan bahan yang ada di atas, ada berapa kemungkinan rangkaian?
Pilihan Ganda
Pernyataan tentang rangkaian listrik yang benar adalah :
a. Rangkaian seri berfungsi untuk memperkecil hambatan, kuat arus yang melewati tiap tiap hambatan sama
b. Pada rangkaian paralel tegangan pada ujung-ujung hambatan pengganti
sama dengan jumlah tegangan pada ujung-ujung tiap komponen
c. Susunan rangkaian paralel berfungsi sebagai pembagi tegangan
d. Kuat arus yang melalui hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap-tiap komponen
e. Pada rangkaian seri tegangan pada tiap-tiap komponen sama
BAB V
PENGELOLAAN HASIL PENILAIAN
A. Pengolahan Hasil Penilaian
1. Data Penilaian Unjuk Kerja
Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan
yang dilakukan terhadap penampilan peserta didik dari suatu kompetensi.
Skor diperoleh dengan cara mengisi format penilaian unjuk kerja yang
dapat berupa daftar cek atau skala penilaian.
Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu kegiatan unjuk kerja
adalah skor pencapaian dibagi skor maksimum dikali 10 (untuk skala 0
-10) atau dikali 100 (untuk skala 0 -100). Misalnya, dalam suatu
penilaian unjuk kerja pidato, ada 8 aspek yang dinilai, antara lain:
berdiri tegak, menatap kepada hadirin, penyampaian gagasan jelas,
sistematis, dan sebagainya. Apabila seseorang mendapat skor 6, skor
maksimumnya 8, maka nilai yang akan diperoleh adalah = 6/8 x 10 = 0,75 x
10 = 7,5.
Nilai 7,5 yang dicapai peserta didik mempunyai arti bahwa peserta didik
telah mencapai 75% dari kompetensi ideal yang diharapkan untuk unjuk
kerja tersebut. Apabila ditetapkan batas ketuntasan penguasaan
kompetensi minimal 70%, maka untuk kompetensi tersebut dapat dikatakan
bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian,
peserta didik tersebut dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya.
2. Data Penilaian Sikap
Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik
berdasarkan pengamatan/ observasi guru mata pelajaran. Data hasil
pengamatan guru dapat dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan
pertanyaan langsung dan laporan pribadi.
Seperti telah diutarakan sebelumnya, hal yang harus dicatat dalam buku
Catatan Harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol,
yang berkaitan dengan sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik,
baik positif maupun negatif. Yang dimaksud dengan kejadian-kejadian yang
menonjol adalah kejadian-kejadian yang perlu mendapat perhatian, atau
perlu diberi peringatan dan penghargaan dalam rangka pembinaan peserta
didik.
Pada akhir semester, guru mata pelajaran merumuskan sintesis, sebagai
deskripsi dari sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik dalam
semester tersebut untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Deskripsi
tersebut menjadi bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom Catatan
Guru pada rapor peserta didik untuk semester dan mata pelajaran yang
berkaitan. Selain itu, berdasarkan catatan-catatan tentang peserta didik
yang dimilikinya, guru mata pelajaran dapat memberi masukan pula kepada
Guru Bimbingan Konseling untuk merumuskan catatan, baik berupa
peringatan atau rekomendasi, sebagai bahan bagi wali kelas dalam mengisi
kolom deskripsi perilaku dalam rapor. Catatan Guru mata pelajaran
menggambarkan sikap atau tingkat penguasaan peserta didik berkaitan
dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat naratif. Demikian
juga catatan dalam kolom deskripsi perilaku, menggambarkan perilaku
peserta didik yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan.
3. Data Penilaian Tertulis
Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari
hasil berbagai tes tertulis yang diikuti peserta didik. Soal tes
tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, benar salah, menjodohkan,
uraian, jawaban singkat.
Soal bentuk pilihan ganda diskor dengan memberi angka 1 (satu) bagi
setiap butir jawaban yang benar dan angka 0 (nol) bagi setiap butir soal
yang salah. Skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu perangkat tes
pilihan ganda dihitung dengan prosedur: jumlah jawaban benar
------------------------------ X 10
jumlah seluruh butir soal
Prosedur ini juga dapat digunakan dalam menghitung skor perolehan
peserta didik untuk soal berbentuk benar salah, menjodohkan, dan jawaban
singkat. Keempat bentuk soal terakhir ini juga dapat dilakukan
penskoran secara objektif dan dapat diberi skor 1 untuk setiap jawaban
yang benar.
Soal bentuk uraian dibedakan dalam dua kategori, uraian objektif dan
uraian non-objektif. Uraian objektif dapat diskor secara objektif
berdasarkan konsep atau kata kunci yang sudah pasti sebagai jawaban yang
benar. Setiap konsep atau kata kunci yang benar yang dapat dijawab
peserta didik diberi skor 1. Skor maksimal butir soal adalah sama dengan
jumlah konsep kunci yang dituntut untuk dijawab oleh peserta didik.
Skor capaian peserta didik untuk satu butir soal kategori ini adalah
jumlah konsep kunci yang dapat dijawab benar, dibagi skor maksimal,
dikali dengan 10.
Soal bentuk uraian non objektif tidak dapat diskor secara objektif,
karena jawaban yang dinilai dapat berupa opini atau pendapat peserta
didik sendiri, bukan berupa konsep kunci yang sudah pasti. Pedoman
penilaiannya berupa kriteria-kriteria jawaban. Setiap kriteria jawaban
diberikan rentang nilai tertentu, misalnya 0 - 5. Tidak ada jawaban
untuk suatu kriteria diberi skor 0. Besar-kecilnya skor yang diperoleh
peserta didik untuk suatu kriteria ditentukan berdasarkan tingkat
kesempurnaan jawaban dibandingkan dengan kriteria jawaban tersebut.
Skor penilaian yang diperoleh dengan menggunakan berbagai bentuk tes
tertulis perlu digabung menjadi satu kesatuan nilai penguasaan
kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran. Dalam proses
penggabungan dan penyatuan nilai, data yang diperoleh dengan
masing-masing bentuk soal tersebut juga perlu diberi bobot, dengan
mempertimbangkan tingkat kesukaran dan kompleksitas jawaban. Nilai
akhir semester ditulis dalam rentang 0 sampai 10, dengan dua angka di
belakang koma. Nilai akhir semester yang diperoleh peserta didik
merupakan deskripsi tentang tingkat atau persentase penguasaan
Kompetensi Dasar dalam semester tersebut. Misalnya, nilai 6,50 dapat
diinterpretasikan peserta didik telah menguasai 65% unjuk kerja
berkaitan dengan Kompetensi Dasar mata pelajaran dalam semester
tersebut.
4. Data Penilaian Proyek
Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-tahap:
perencanaan/persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian
data/laporan. Dalam menilai setiap tahap, guru dapat menggunakan skor
yang terentang dari 1 sampai 4. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4
adalah skor tertinggi untuk setiap tahap. Jadi total skor terendah
untuk keseluruhan tahap adalah 4 dan total skor tertinggi adalah 16.
Berikut tabel yang memuat contoh deskripsi dan penskoran untuk masing-masing tahap.
Tahap Deskripsi Skor
Perencanaan/ persiapan Memuat:
topik, tujuan, bahan/alat, langkah-langkah kerja, jadwal, waktu,
perkiraan data yang akan diperoleh, tempat penelitian, daftar pertanyaan
atau format pengamatan yang sesuai dengan tujuan. 1- 4
Pengumpulan data Data tercatat dengan rapi, jelas dan lengkap. Ketepatan menggunakan alat/bahan 1- 4
Pengolahan data Ada pengklasifikasian data, penafsiran data sesuai dengan tujuan penelitian. 1- 4
Penyajian data/ laporan Merumuskan topik, merumuskan tujuan penelitian,
menuliskan alat dan bahan, menguraikan cara kerja (langkah-langkah
kegiatan)
Penulisan laporan sistematis, menggunakan bahasa yang komunikatif. Penyajian data lengkap, memuat kesimpulan dan saran. 1- 4
Total Skor
Keterangan:
Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap semakin tinggi skor yang diperoleh.
5. Data Penilaian Produk
Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan,
tahap pembuatan (produk), dan tahap penilaian (appraisal). Informasi
tentang data penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara holistik
atau cara analitik. Dengan cara holistik, guru menilai hasil produk
peserta didik berdasarkan kesan keseluruhan produk dengan menggunakan
kriteria keindahan dan kegunaan produk tersebut pada skala skor 0 – 10
atau 1 – 100. Cara penilaian analitik, guru menilai hasil produk
berdasarkan tahap proses pengembangan, yaitu mulai dari tahap persiapan,
tahap pembuatan, dan tahap penilaian.
Contoh tabel penilaian analitik dan penskorannya.
Tahap Deskripsi Skor
Persiapan Kemampuan merencanakan seperti:
• menggali dan mengembangkan gagasan;
• mendesain produk, menentukan alat dan bahan 1-10
Pembuatan Produk • Kemampuan menyeleksi dan menggunakan bahan;
• Kemampuan menyeleksi dan menggunakan alat;
• Kemampuan menyeleksi dan menggunakan teknik; 1-10
Penilaian produk • Kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaan/fungsinya;
• Produk memenuhi kriteria keindahan. 1-10
Kriteria penskoran:
• menggunakan skala skor 0 – 10 atau 1 – 100;
• semakin baik kemampuan yang ditampilkan, semakin tinggi skor yang diperoleh.
6. Data penilaian Portofolio
Data penilaian portofolio peserta didik didasarkan dari hasil kumpulan
informasi yang telah dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran
berlangsung. Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan guru,
(2) hasil pekerjaan peserta didik, dan (3) profil perkembangan peserta
didik. Hasil catatan guru mampu memberi penilaian terhadap sikap peserta
didik dalam melakukan kegiatan portofolio. Hasil pekerjaan peserta
didik mampu memberi skor berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi
portofolio, (2) dokumentasi/data dalam folder, (3) perkembangan dokumen,
(4) ringkasan setiap dokumen, (5) presentasi dan (6) penampilan. Hasil
profil perkembangan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan
gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik pada selang
waktu tertentu. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang
tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi peserta didik sebagai hasil
dari proses pembelajaran.
Berdasarkan ketiga komponen penilaian tersebut, guru menilai peserta
didik dengan menggunakan acuan patokan kriteria yang artinya apakah
peserta didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam bentuk
persentase (%) pencapaian atau dengan menggunakan skala 0 – 10 atau 0 -
100. Pensekoran dilakukan berdasarkan kegiatan unjuk kerja, dengan
rambu-rambu atau kriteria penskoran portofolio yang telah ditetapkan.
Skor pencapaian peserta didik dapat diubah ke dalam skor yang berskala 0
-10 atau 0 – 100 dengan patokan jumlah skor pencapaian dibagi skor
maksimum yang dapat dicapai, dikali dengan 10 atau 100. Dengan demikian
akan diperoleh skor peserta didik berdasarkan portofolio masing-masing.
7. Data Penilaian Diri
Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil penilaian
tentang kemampuan, kecakapan, atau penguasaan kompetensi tertentu, yang
dilakukan oleh peserta didik sendiri, sesuai dengan kriteria yang telah
ditentukan.
Pada taraf awal, hasil penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik
tidak dapat langsung dipercayai dan digunakan, karena dua alasan utama.
Pertama, karena peserta didik belum terbiasa dan terlatih, sangat
terbuka kemungkinan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan dalam
penilaian. Kedua, ada kemungkinan peserta didik sangat subjektif dalam
melakukan penilaian, karena terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan
nilai yang baik. Oleh karena itu, pada taraf awal, guru perlu melakukan
langkah-langkah telaahan terhadap hasil penilaian diri peserta didik.
Guru perlu mengambil sampel antara 10% s.d. 20% untuk ditelaah,
dikoreksi, dan dilakukan penilaian ulang. Apabila hasil koreksi ulang
yang dilakukan oleh guru menunjukkan bahwa peserta didik banyak
melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan koreksi, guru dapat
mengembalikan seluruh hasil pekerjaan kepada peserta didik untuk
dikoreksi kembali, dengan menunjukkan catatan tentang
kelemahan-kelemahan yang telah mereka lakukan dalam koreksian pertama.
Dua atau tiga kali guru melakukan langkah-langkah koreksi dan telaahan
seperti ini, para peserta didik menjadi terlatih dalam melakukan
penilaian diri secara baik, objektif, dan jujur.
Apabila peserta didik telah terlatih dalam melakukan penilaian diri
secara guru. Hasil penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga
dapat dipercaya serta dapat dipahami, diinterpresikan, dan digunakan
seperti hasil penilaian yang dilakukan oleh guru.
B. Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar
Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil
menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator. Penilaian dilakukan
pada waktu pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. Sebuah
indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas.
Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi
dasar (KD) ditetapkan antara 0% – 100%. Kriteria ideal untuk
masing-masing indikator lebih besar dari 60%. Namun sekolah dapat
menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60%
atau 70%. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah, seperti
tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan
daya dukung guru serta ketersediaan sarana dan prasarana. Namun,
kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar secara berkala, misalnya
melalui ujian nasional. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat
suatu sekolah dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). Melalui
pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan
kualitasnya, dalam hal ini meningkatkan kriteria pencapaian indikator
semakin mendekati 100%.
Apabila nilai peserta didik untuk indikator pencapaian sama atau lebih
besar dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan bahwa peserta didik itu
telah menuntaskan indikator itu. Apabila semua indikator telah tuntas,
dapat dikatakan peserta didik telah menguasai KD bersangkutan. Dengan
demikian, peserta didik dapat diinterpretasikan telah menguasai SK dan
mata pelajaran. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas
lebih dari 50%, peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan
mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas. Sebaliknya,
apabila nilai indikator dari suatu KD lebih kecil dari kriteria
ketuntasan, dapat dikatakan peserta didik itu belum menuntaskan
indikator itu. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang belum tuntas
sama atau lebih dari 50%, peserta didik belum dapat mempelajari KD
berikutnya.
Contoh penghitungan nilai kompetensi dasar dan ketuntasan belajar pada suatu mata pelajaran.
Kompetensi Dasar Indikator Kriteria Ketuntasan Nilai peserta didik Ketuntasan
Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer
serta dampaknya terhadap kehidupan dimuka bumi 1. Menganalisis
keterkaitan teori tektonik lemeng terhadap persebaran gunung api, gempa
bumi dan pembentukan relief muka bumi
2. Mengidentifikasi ciri bentang lahan sebagai akibat proses pengikisan dan pengendapan
3. Mengidentifikasi degradasi lahan dan dampaknya terhadap kehidupan 60%
60%
50% 60
59
59 Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi 1.
Mengidentifikasi ciri-ciri lapisan atmosfer dan pemanfaatannya
2. Menganalisis unsur-unsur cuaca dan iklim (penyinaran, suhu, angin, kelembaban, awan, curah hujan)
3. Mengklasifikasikan berbagai tipe iklim
60%
70%
60% 61
80
90 Tuntas
Tuntas
Tuntas
Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai indikator pada kompetensi
dasar 1 cenderung 60. Jadi nilai kompetensi dasar 1 adalah 60 atau 6.
Nilai indikator pada kompetensi dasar ke 2 bervariasi, sehingga
dihitung nilai rata-rata indikator. Jadi nilai kompetensi dasar ke 2 :
Pada kompetensi dasar 1, indikator ke- 2 belum tuntas. Jadi peserta didik perlu mengikuti remedial untuk indikator tersebut.
BAB VI
PEMANFAATAN DAN PELAPORAN
HASIL PENILAIAN KELAS
Penilaian kelas menghasilkan informasi pencapaian kompetensi peserta
didik yang dapat digunakan antara lain: (1) perbaikan (remedial) bagi
peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan, (2) pengayaan
bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari
waktu yang disediakan, (3) perbaikan program dan proses pembelajaran,
(4) pelaporan, dan (5) penentuan kenaikan kelas.
A. Pemanfaatan Hasil Penilaian
1. Bagi peserta didik yang memerlukan remedial.
Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya mampu
mencapai kriteria ketuntasan setiap kompetensi, bila peserta didik
mendapat bantuan yang tepat. Misalnya, memberikan bantuan sesuai dengan
gaya belajar peserta didik pada waktu yang tepat sehingga kesulitan dan
kegagalan tidak menumpuk. Dengan demikian peserta didik tidak frustasi
dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya.
Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, atau oleh guru
lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan dan mengetahui
kekurangan peserta didik. Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Kegiatan dapat berupa tatap
muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri, kemudian
dilakukan penilaian dengan cara: menjawab pertanyaan, membuat rangkuman
pelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan data. Waktu remedial
diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru, dapat
dilaksanakan pada atau di luar jam efektif. Remedial hanya diberikan
untuk indikator yang belum tuntas.
2. Bagi peserta didik yang memerlukan pengayaan.
Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki penguasaan lebih
cepat dibandingkan peserta didik lainnya, atau peserta didik yang
mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang
lain belum. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat
pengayaan, agar dapat mengembangkan potensi secara optimal. Salah satu
kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan tambahan
atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang
telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah
nilai npeserta didik pada mata pelajaran bersangkutan. Pengayaan dapat
dilaksanakan setiap saat baik pada atau di luar jam efektif. Bagi
peserta didik yang secara konsisten selalu mencapai kompetensi lebih
cepat, dapat diberikan program akselerasi.
3. Bagi Guru
Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan
kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru dapat mengambil keputusan terbaik
dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai
kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum, atau guru harus
mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran, dan
memperbaiki program pembelajarannya. Oleh karena itu, program yang telah
dirancang, strategi pembelajaran yang telah disiapkan, dan bahan yang
telah disiapkan perlu dievaluasi, direvisi, atau mungkin diganti apabila
ternyata tidak efektif membantu peserta didik dalam mencapai
penguasaan kompetensi. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai
akhir semester, karena bila dilakukan pada akhir semester bisa saja
perbaikan itu akan sangat terlambat.
4. Bagi Kepala Sekolah
Hasil penilaian dapat digunakan Kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa.
B. Pelaporan Hasil Penilain Kelas
1. Laporan Sebagai Akuntabilitas Publik
Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka
manajemen berbasis sekolah, di mana peran-serta masyarakat di bidang
pendidikan tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja, tetapi juga di
bidang akademik. Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah
partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas publik. Atas
dasar itu, laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai
pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada orangtua/wali peserta didik,
komite sekolah, masyarakat, dan instansi terkait lainnya. Laporan
tersebut merupakan sarana komunikasi dan kerja sama antara sekolah,
orang tua, dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar
peserta didik maupun pengembangan sekolah.
Pelaporan hasil belajar hendaknya:
• Merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah
ditentukan dan dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi
pengembangan peserta didik
• Memberikan informasi yang jelas, komprehensif, dan akurat.
• Menjamin orangtua mendapatkan informasi secepatnya bilamana anaknya bermasalah dalam belajar
2. Bentuk Laporan
Laporan kemajuan belajar peserta didik dapat disajikan dalam data
kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka
(skor), misalnya seorang peserta didik mendapat nilai 6 pada mata
pelajaran matematika. Namun, makna nilai tunggal seperti itu kurang
dipahami peserta didik maupun orangtua karena terlalu umum. Hal ini
membuat orangtua sulit menindaklanjuti apakah anaknya perlu dibantu
dalam bidang aritmatika, aljabar, geometri, statistika, atau hal lain.
Laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan
komprehensif agar “profil” atau tingkat kemajuan belajar peserta didik
mudah terbaca dan dipahami). Dengan demikian orangtua/wali lebih mudah
mengidentifikasi kompetensi yang belum dimiliki peserta didik, sehingga
dapat menentukan jenis bantuan yang diperlukan bagi anaknya. Dipihak
anak, ia dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya serta aspek
mana yang perlu ditingkatkan.
Isi Laporan
Pada umumnya orang tua menginginkan jawaban dari pertanyaan sebagai berikut;
• Bagaimana keadaan anak waktu belajar di sekolah secara akademik, fisik, sosial dan emosional?
• Sejauh mana anak berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah?
• Kemampuan/kompetensi apa yang sudah dan belum dikuasai dengan baik?
• Apa yang harus orangtua lakukan untuk membantu dan mengembangkan prestasi anak lebih lanjut?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, informasi yang diberikan kepada orang tua hendaknya;
• Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
• Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.
• Memberikan perhatian pada pengembangan dan pembelajaran anak.
• Berkaitan erat dengan hasil belajar yang harus dicapai dalam kurikulum.
• Berisi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar.
3. Rekap Nilai
Rekap nilai merupakan rekap kemajuan belajar peserta didik, yang berisi
informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik untuk setiap KD,
dalam kurun waktu 1 semester. Rekap nilai diperlukan sebagai alat
kontrol bagi guru tentang perkembangan hasil belajar peserta didik,
sehingga diketahui kapan peserta didik memerlukan remedial.
Nilai yang ditulis merupakan rekap nilai setiap KD dari setiap aspek
penilaian. Nilai suatu KD dapat diperoleh dari tes formatif, tes
sumatif, hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, nilai
tugas perseorangan maupun kelompok. Rata-rata nilai KD dalam setiap
aspek akan menjadi nilai pencapaian kompetensi untuk aspek yang
bersangkutan.
CONTOH FORMAT REKAP NILAI
MATA PELAJARAN : Bahasa Inggris
KELAS/SEMESTER :
TAHUN PELAJARAN :
NO NAMA Mendengarkan Berbicara Membaca Menulis
Kd 1 Kd2 Kd3 ... NR Kd1 Kd2 Kd3 ... NR Kd1 Kd2 Kd3 ... NR Kd1 Kd2 Kd3 ... NR
1 Riri
2 Toto
* NR = nilai rata-rata KD untuk setiap aspek penilaian yang akan dimasukkan pada rapor
4. Rapor
Rapor adalah laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun waktu
satu semester. Laporan prestasi mata pelajaran, berisi informasi tentang
pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum tingkat
satuan pendidikan. Untuk model rapor, masing-masing sekolah boleh
menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki asalkan menggambarkan
pencapaian kompetensi peserta didik pada setiap matapelajaran yang
diperoleh dari ketuntasan kompetensi dasarnya. (Contoh model rapor
beserta petunjuk pengisiannya lihat lampiran ).
Nilai pada rapor merupakan gambaran kemampuan peserta didik, karena itu
kedudukan atau bobot nilai harian tidak lebih kecil dari nilai sumatif
(nilai akhir program). Kompetensi yang diuji pada penilaian sumatif
berasal dari SK, KD dan Indikator semester bersangkutan.
C. Penentuan Kenaikan Kelas
Peserta didik dinyakan tidak naik kelas apabila: 1) memperoleh nilai
kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
mulia 2) Jika peserta didik tidak menuntaskan 50 % atau lebih KD dan SK
lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai
pada batas akhir tahun ajaran, dan 3) Jika karena alasan yang kuat,
misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak
mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.
Untuk memudahkan administrasi, peserta didik yang tidak naik kelas
diharapkan mengulang semua mata pelajaran beserta SK, KD, dan
indikatornya dan sekolah mempertimbangkan mata pelajaran, SK, KD, dan
indikator yang telah tuntas pada tahun ajaran sebelumnya.
Apabila setiap anak bisa dibantu secara optimal sesuai dengan
keperluannya mencapai kompetensi tertentu, maka tidak perlu ada anak
yang tidak naik kelas (automatic promotion). Automatic promotion
apabila semua indikator, kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi
(SK) suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya, maka peserta
didik dianggap layak naik ke kelas berikutnya.
Lampiran 2 : Model Rapor
PETUNJUK PENGISIAN RAPOR
A. RASIONAL
Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara
sekolah dengan orangtua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain
yang ingin mengetahui tentang hasil belajar anak pada kurun waktu
tertentu. Karena itu, rapor harus komunikatif, informatif, dan
komprehensif (menyeluruh) memberikan gambaran tentang hasil belajar
peserta didik.
Kurikulum berbasis kompetensi dikembangkan sesuai dengan karakteristik
masing-masing mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memiliki dimensi
yang berbeda satu dengan lainnya, sehingga orientasi pembelajaran dan
penilaian adalah penguasaan kompetensi sesuai dengan dimensi
masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian nilai pada rapor bukan
nilai tunggal tetapi dikelompokkan menurut dimensi masing-masing mata
pelajaran.
Setiap mata pelajaran memberikan informasi secara kuantitatif maupun
deskriptif tentang perkembangan belajar peserta didik, sehingga dapat
diketahui lebih jelas kelebihan maupun kekurangan peserta didik ybs.
Untuk memudahkan pengisian, maka aspek-aspek penilaian pada rapor
diusahakan sama dengan aspek-aspek yang tertuang dalam Standar
Kompetensi mata pelajarannya.
B. PENJELASAN UMUM
Informasi tentang hasil belajar dalam rapor ini diperoleh dari Format
Penilaian Kemajuan Belajar yang dirangkum guru selama proses
pembelajaran berlangsung. Format maupun cara pengisiannya dapat dilihat
dalam Buku Pedoman Penilaian.
Secara umum pengisian rapor adalah sbb(Lihat format):
1. Sekolah dapat menetapkan sendiri kelengkapan dari model rapor ini, misalnya identitas peserta didik dan sekolahnya.
2. Kotak pertama, berisi no, nama mata pelajaran, aspek penilaian, nilai (angka dan huruf) serta catatan guru.
a. Nomer merupakan nomer mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan.
b. Mata Pelajaran merupakan nama mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan
c. Aspek Penilaian merupakan aspek-aspek pada masing-masing mata pelajaran yang ingin dikomunikasikan.
d. Nilai merupakan nilai rata-rata dari masing-masing aspek penilaian.
Kolom nilai angka diisi dengan angka dalam skala 10 (misal 8,40). Nilai
tersebut ditulis dalam huruf pada kolom nilai huruf, misalnya: delapan
koma empat puluh.
e. Catatan guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi siswa termasuk sikap yang berhubungan dengan mata pelajaran.
Misalnya (Bahasa Indonesia) intonasi sangat bagus, perbendaharaan kata
kurang sehingga mengalami kesulitan dalam mengarang, kurang berani
berlatih berpidato.
3. Kotak ke dua: Perilaku
Merupakan penjelasan tentang rangkuman catatan guru Bimbingan dan
Konseling yang berkaitan dengan perilaku umum peserta didik yang
menonjol positif maupun negatif. Misal kedisiplinan, keaktifan mengikuti
kegiatan sekolah, dan tanggung jawab.
4. Kotak ke tiga: Pengembangan diri
Merupakan catatan guru pembina ekstrakurikuler tentang peserta didik
yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri yang dilakukan di luar
jam belajar effektif (ekstrakurikuler). Misal, pengembangan diri dalam
bidang olah raga, seni dan budaya, sains.
C. PENJELASAN PENGISIAN MASING-MASING MATA PELAJARAN PADA MASING-MASING SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
a. Pendidikan Agama
INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran
Pendidikan Agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha)
dikelompokkan menjadi aspek:
1) Kemampuan untuk mengembangkan konsep dan nilai-nilai kehidupan beragama, dan
2) Kemampuan untuk menerapkan konsep dan nilai-nilai kehidupan beragama melalui Praktik atau Pengalaman Belajar.
Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor juga mencakup aspek:
1) Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai, dan
2) Penerapan.
Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh
INDIKATOR diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk
ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor
merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian setiap aspek.
b. Pendidikan Kewarganegaraan
INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikelompokkan menjadi aspek:
1) Kemampuan untuk mengembangkan konsep dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, dan
2) Kemampuan untuk menerapkan konsep dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara melalui Praktik atau Pengalaman Belajar.
Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor juga mencakup aspek:
1) Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai,
2) Penerapan.
Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh
indikator diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk
ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor
merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian pada setiap
aspek.
c. Bahasa dan Sastra Indonesia
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP dikelompokkan dalam aspek:
1) Kemampuan berbahasa, yang terdiri atas sub-aspek:
a) Mendengarkan,
b) Berbicara,
c) Membaca dan
d) Menulis
2) Kemampuan Bersastra, yang terdiri atas sub-aspek:
a) Mendengarkan,
b) Berbicara,
c) Membaca dan
d) Menulis.
Aspek penilaian dalam rapor dikelompokkan ke dalam aspek:
1) Mendengarkan,
2) Berbicara,
3) Membaca
4) Menulis serta
5) Apreasiasi Sastra.
Ketika memasukkan nilai pada rapor guru memberikan kesimpulan nilai sub
aspek kemampuan berbahasa sesuai dengan aspek penilaiannya. Sedangkan
nilai Kemampuan Bersastra disimpulkan secara keseluruhan dan masuk dalam
aspek penilaian apresiasi sastra.
d. Bahasa Inggris
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP dikelompokkan dalam aspek:
1) Mendengarkan,
2) Berbicara,
3) Membaca dan
4) Menulis.
Aspek Penilaian dalam mata pelajaran ini juga dikelompokkan dalam aspek :
1) Mendengarkan,
2) Berbicara,
3) Membaca dan
4) Menulis.
Oleh sebab itu, ketika memasukkan nilai pada rapor, guru memberikan
kesimpulan nilai sesuai dengan aspek-aspek dalam Standar Kompetensi
tersebut.
e. Matematika
Standar kompetensi mata pelajaran matematika SMP terdiri dari 4 aspek
yaitu : (a) Bilangan; (b) Aljabar; (c) Geometri dan pengukuran; (d)
Peluang dan statistika;
Kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dalam pembelajaran
matematika yang mencakup ke empat aspek tersebut diatas adalah mencakup :
(a) Pemahaman konsep; (b) Prosedur; (c) Penalaran dan komunikasi; (d)
Pemecahan masalah; (e) Menghargai kegunaan matematika.
Demi kepraktisan dan kemudahan, maka aspek penilaian matematika dalam rapor dikelompokkan menjadi 3 aspek yaitu:
1) Pemahaman Konsep
2) Penalaran dan komunikasi
3) Pemecahan masalah
Alasan:
1) Pemahaman konsep merupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa dalam
memahami konsep dan dalam melakukan prosedur (algoritma) secara luwes,
akurat, efisien dan tepat. Indikator yang menunjukkan pemahaman konsep
antara lain adalah:
a) menyatakan ulang sebuah konsep
b) mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya)
c) memberi contoh dan non-contoh dari konsep
d) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis
e) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep
f) menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu
g) Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah
2) Penalaran dan komunikasi merupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa
dalam melakukan penalaran dan mengkomunikasikan gagasan
matematika.Indikator yang menunjukkan penalaran dan komunikasi antara
lain adalah:
a) menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis, gambar dan diagram
b) mengajukan dugaan
c) melakukan manipulasi matematika
d) menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi
e) menarik kesimpulan dari pernyataan
f) memeriksa kesahihan suatu argumen
g) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi
3) Pemecahan masalah merupakan kompetensi strategik yang ditunjukkan
siswa dalam memahami, memilih pendekatan dan strategi pemecahan, dan
menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah.
Indikator yang menunjukkan penalaran dan komunikasi antara lain adalah:
a) menunjukkan pemahaman masalah
b) mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah
c) menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk
d) memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat
e) mengembangkan strategi pemecahan masalah
f) membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah
g) menyelesaikan masalah yang tidak rutin
Sehingga ketika akan memasukkan nilai kedalam rapor, maka:
1) Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan bahwa siswa telah
kompeten dalam pemahaman konsep dimasukkan ke dalam aspek penilaian
pemahaman konsep.
2) Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan bahwa siswa telah
kompeten dalam penalaran dan komunikasi dimasukkan ke dalam aspek
penilaian penalaran dan komunikasi.
3) Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan bahwa siswa telah
kompeten dalam pemecahan masalah dimasukkan dalam aspek penilaian
pemecahan masalah.
f. Ilmu Pengetahuan Alam
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dikelompokkan dalam:
1) Pemahaman Konsep dan Penerapannya
2) Kerja Ilmiah
Sedangkan Aspek Penilaiannya dikelompokkan menjadi:
1) Pemahaman dan Penerapan konsep
2) Kinerja Ilmiah
Alasan:
1) Pemahaman dan Penerapan Konsep mencakup semua sub ranah dalam ranah kognitif
2) Kinerja Ilmiah mencerminkan semua aktivitas sains yang melatih dan mengembangkan baik keterampilan sains dan sikap ilmiah
Untuk memasukkan nilai pada rapor, semua nilai pemahaman dan penerapan
konsep yang mencakup semua sub ranah kognitif dimasukkan ke dalam aspek
Pemahaman dan Penerapan Konsep, sedangkan semua nilai yang berhubungan
dengan aktifitas sains yang melatih dan mengembangkan keterampilan sains
dan Sikap Ilmiah, dimasukkan ke dalam aspek Kinerja Ilmiah.
g. Ilmu Pengetahuan Sosial
INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pengetahuan Sosial dikelompokkan menjadi aspek:
1) Kemampuan untuk mengembangkan konsep kehidupan sosial, dan
2) Kemampuan untuk menerapkan konsep kehidupan sosial melalui Praktik atau Pengalaman Belajar.
Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar mata pelajaran Pengetahuan Sosial yang dicantumkan dalam Rapor mencakup aspek:
1) Penguasaan Konsep,
2) Penerapan.
Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh
indikator diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk
ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor
merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian pada setiap
aspek.
h. Seni dan Budaya
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Seni dan Budaya dikelompokkan dalam:
1) Seni Rupa,
2) Seni Musik,
3) Seni Tari , dan
4) Seni Teater.
Siswa boleh memilih satu atau dua dari cabang seni tersebut. kelompok
Standar Kompetensi tersebut kemudian diurai menjadi kompetensi dasar
(KD) yang mencakup:
1) konsepsi,
2) apresiasi dan
3) kreasi,
Aspek Penilaian dalam mata pelajaran ini dikelompokkan dalam aspek:
1) Apresiasi dan
2) Kreasi.
Untuk mengisi rapor nilai KD konsepsi dilebur ke dalam aspek apresiasi
dan/atau kreasi sesuai dengan tuntutan kompetensinya. Nilai KD apresiasi
masuk ke dalam aspek penilaian apresiasi, sedangkan nilai KD kreasi
masuk ke dalam aspek penilaian kreasi. Jadi masing-masing cabang seni
memiliki nilai kreasi dan apresiasi. Hal ini untuk mencegah bentuk
penilaian yang teoritis pada mata pelajaran Kesenian.
h. Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan.
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani , olah raga dan kesehatan terdiri atas:
1) Permainan dan Olahraga,
2) Aktivitas Pengembangan,
3) Uji diri/senam,
4) aktivitas Ritmik,
5) Akuatik dan
6) Pendidikan Luar Kelas.
7) Kesehatan
Aspek Penilaian yang dimasukan ke dalam rapor adalah:
1) keterampilan gerak dasar,
2) Keterampilan cabang olah raga,
3) Kebugaran dan kesehatan,
4) Pilihan akuatik dan pendidikan luar kelas
j. Keterampilan
Standar Kompetensi mata pelajaran Keterampilan dikelompokkan dalam:
1) menciptakan dan mengkomunikasikan produk kerajinan, dan
2) menciptakan dan mengkomunikasikan produk teknologi.
Aspek penilaiannya dalam rapor adalah:
1) Kreasi Produk Kerajinan,
2) Kreasi Produk Teknologi
Dengan demikian, semua nilai yang diperoleh dari kreasi tangan yang
menggunakan bahan dengan tehnik tertentu atau tehnik campuran dimasukkan
ke dalam nilai Kreasi Produk Kerajinan. Sedangkan, semua nilai yang
diperoleh dari kreasi dengan bantuan peralatan teknologi (seperti
pembuatan dan pengawetan makanan, Pemanfaatan tehnik Listrik, Teknologi
Tanaman, Tehnik Cetak Foto, dan Tehnik Listrik) dimasukkan ke dalam
nilai Kreasi Produk Teknologi. Perlu diingat, nilai kreasi termasuk juga
nilai apresiasi dan etika kerja.
k. Teknologi Informasi dan Komunikasi
Standar kompetensi untuk mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komunikasi dikelompokkan dalam:
1) Pemahaman Konsep, Pengetahuan, dan Operasi Dasar,
2) Pengolahan Informasi untuk Produktivitas, dan
3) Pemecahan masalah, eksplorasi, dan komunikasi.
Aspek penilaian dalam rapor adalah:
1) Etika Pemanfaatan
2) Pengolahan dan Pemanfaatan Informasi, dan
3) Penugasan Proyek
Dengan demikian, semua nilai yang berkaitan dengan Pemahaman Konsep,
Pengetahuan, dan Operasi Dasar, dimasukkan ke dalam aspek penilaian
Etika Pemanfaatan, Nilai Pengolahan Informasi untuk Produktivitas,
dimasukan ke dalam aspek penilaian Pengolahan dan Pemanfaatan Informasi,
Nilai Pemecahan masalah, eksplorasi, dan komunikasi dimasukkan ke dalam
aspek penilaian Penugasan Proyek.
l. Muatan Lokal
Muatan Lokal ditetapkan oleh daerah/sekolah, maka pengelompokan nilai dalam rapor ditetapkan oleh sekolah/daerah masing-masing.
D. MEKANISME PENENTUAN NAIK KELAS DAN TINGGAL KELAS
1. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun
2. Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai
kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, hasil belajar (HB),
kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) pada semua mata
pelajaran.
3. Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila, a)
memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran
agama dan akhlak mulia b) Jika peserta didik tidak menuntaskan KD dan
SK lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran
sampai pada batas akhir tahun ajaran, dan c) Jika karena alasan yang
kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga
tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.
4. Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua
indikator, KD, dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai,
minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
Nama Sekolah : ……………………………………………. Kelas : VII
Alamat : ……………………………………………. Semester Ke : 1 ( satu)
Nama Siswa : ……………………………………………. Tahun Pelajaran : 2006/2007
Nomor Induk : …………………………………………….
No. Mata Pelajaran Aspek Penilaian Nilai Catatan Guru
Angka Huruf
1. Pendidikan Agama Penguasaan Konsep dan nilai-nilai
Penerapan
2. Pendidikan Kewarganegaraan Penguasaan Konsep dan nilai-nilai
Penerapan
3. Bahasa dan Sastra Indonesia Mendengarkan
Berbicara
Membaca
Menulis
Apresiasi Sastra
4. Bahasa Inggris Mendengarkan
Berbicara
Membaca
Menulis
5. Matematika Pemahaman konsep
Penalaran dan Komunikasi
Pemecahan Masalah
6. Ilmu Pengetahuan Alam Pemahaman dan Penerapan Konsep
Kinerja Ilmiah
7. Ilmu Pengetahuan Sosial Penguasaan Konsep
Penerapan
8. Seni dan Budaya Apresiasi
Kreasi
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kemampuan Gerak Dasar
Keterampilan cabang olar raga
Kebugaran dan Kesehatan
Pilihan:
Akuatik/Pend.Luar Sekolah
10. Pilihan:
a. Keterampilan Kreasi Produk Kerajinan
Kreasi Produk Teknologi
b. Teknologi Informasi dan Komunikasi Etika Pemanfaatan
Pengolahan dan Pemanfaatan Informasi
Penugasan Proyek
11. Muatan Lokal
PERILAKU
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
PENGEMBANGAN DIRI
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
..................................................................................................
Ketidakhadiran Hari
1. Sakit
2. Izin
3. Tanpa Keterangan
Sumber dari:
http://erisatria13.blogspot.com/2010/10/penilaian-kelas.html
Minggu, 29 Maret 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


















0 komentar:
Posting Komentar